Overview Materi IHT KOS SMKN 4 Semarang dan Filosofi Pengajaran Ki Hajar Dewantara

Memasuki IHT hari ke2 tanggal 3 Agustus 2021 yang dilaksanakan secara daring dan Luring dengan rundown acara  Orientasi Pelatihan yang akan dipaparkan oleh Anggota Komite Pembelajar SMKN 4 Semarang yaitu Berty Sagendra,S.Pd,M.Pd dengan materi Orientasi Pelatihan mencakup Materi Kesepakatan Belajar, Overview Program Pelatihan dan Target Belajar serta Pengenalan  Platform Belajar, pada paparannya narasumber menjelaskan tentang Pendidikan yang memerdekakan mencakup Filosofi Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, Merdeka Belajar, serta sekilas materi Kerangka Kurikulum yang termasuk didalamnya Struktur Kurikulum dan Profil Pelajar Pancasila, juga pada bahasan materi Prinsip Pembelajaran dan Assessment, pada materi Capaian Pembelajaran dengan rincian materi Ruang Lingkup Capaian Pembelajaran, Kriteria Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, pada bahasan Perangkat Ajar meliputi Materi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar dan Literasi Digital, serta Target dan Tagihan IHT yaitu tersusunnya Perangkat Ajar dan Literasi Digital dengan mengenalkan Platform Rumah Belajar dari Kemdikbud. Berdasarkan Kepmendikbudristek Republik Indonesia Nomor 165/M/2021 tantang Program Sekolah Menengah Kejuruan PK yang tercantum dalam Diktum 4.d. yaitu Pelaksanaan Kegiatan Program SMK Pusat Keunggulan, Diktum 5 tentang ….diselenggarakannya sesuai pedoman sebagaimana tercantum dalam lampiran 1; Diktum 6….menggunakan pedoman pembelajaran sebagaimana tercantum dalan Lampiran II, Diktum 7 tentang Pedoman Pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam dictum 6 meliputi : Kerangka Dasar Kurikulum, Speltrum Keahlian dan Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran, Prinsip Pembelajaran dan asesmen, Perangkat Ajar, Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan dan Evaluasi pada program SMK PK.

Pemateri kedua disampaikan oleh Anggota Komite pembelajar SMKN 4 Semarang yaitu Ari Dwi Fajarini dengan materi  Pendidikan yang  Memerdekakan dengan mengusung materi Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menekankan pada keunikan peserta didik dilihat dari perspektif potensi, kemampuan, minat,bakat dan gaya belajar, dengan menanamkan prinsip pembelajarn yang memerdekakan yaitu pendidikan merdeka itu adalah berdaya upaya dengan sengaja untuk memajukan hidup dan tumbuhnya budi pekerti (rasa,pikiran,roh) dan badan anak dengan jalan pengajaran,teladan,dan pembiasaan jangan disertai perintah dan paksaan (kutipan Ki Hajar Dewantara). Mengenalkan Pancadarma berdasarkan kodrat Alam,Kebudayaan,Kemerdekaan,  Kebangsaan dan Kemanusiaan. Adapun esensi materi dari penayangan video filosofi belajar Ki Hajar Dewantara yaitu Cara mendidik dibagi menjadi enam bagian yaitu teladan ( Guru memberikan contoh/teladan yang baik dan bermoral), Pembiasaan (Siswa melaksanakan kewajiban belajar sebagai pelajar, sebagai anggota komunitas dan sebagai anggota masyarakat selaras dengan aturan hidup bersama, Pengajaran ( Guru hendaknya memberi pengajaran untuk menambah pengetahuan siswa agar menjadi generasi yang cerdas, pintar, benar dan bermoral baik,Perintah Paksaan dan Hukuman diberikan bila dipandang perlu, manakala siswa menyalahgunakan kebebasannya yang dapat membahayakan kehidupannya,Laku (Sikap Utama) memiliki makna berkaitan dengan sikap rendah hati, jujur dan taat pada peraturan yang terekspresi dalam perkataan dan tindakan, dan yang terakhir Pengalaman Lahir dan Batin ( Pengalaman kehidupan sehari-hari yang diresapi dan direfleksikan sehingga mencapai tataran,rasa dan menjadi kekayaan serta sumber inspirasi untuk menata kehidupan yang membahagiakan diri dan sesama. Dengan bersemboyan Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani mari wujudkan pendidkan Vokasi lebih bermakna. 

 

Penulis  : Ice Faulia, S.Pd., M.Si., Guru SMKN 4 Semarang

Editor    : Nenden Oktafia, S.Kom., Guru SMKN 4 Semarang