Form di Office 365 Tingkatkan Kejujuran Siswa

Kejujuran, satu kata yang menjadi salah satu tujuan utama dibentuknya Kurikulum 2013 berbasis karakter. Kejujuran merupakan kunci dari kehidupan yang tidak bisa dilepaskan atau dipisahkan dari segmen manapun. Oleh karena itu karakter kejujuran tersebut harus dipupuk dan dibina dalam lingkup kegiatan belajar mengajar, dengan tujuan akhir dapat menjadi pegangan ketika terjun dalam dunia masyarakat.

Dalam penilaian di kurikulum 2013 ada tiga aspek yang dinilai, yaitu aspek kognitif, aspek praktik, dan aspek sikap. Sesuai dengan tujuan awal kurikulum yang menitikberatkan pada karakter, aspek sikap sebenarnya menjadi titik pokok, walaupun dalam pandangan awam aspek kognitif dan aspek praktik masih mendominasi. Sekolah diminta untuk membuat mekanisme penilaian untuk aspek sikap yang tidak mengesampingkan aspek kognitif dan praktik. Ada beberapa unsur dalam penilaian sikap, di antaranya yakni dengan observasi, penilaian diri sendiri, penilaian antar teman, dan penilaian melalui jurnal. Semua penilaian sikap tersebut berdasarkan dari kejujuran. Akan tetapi mengukur sikap kejujuran bukanlah hal yang mudah.

Banyak aspek yang mempengaruhi kejujuran dalam kegiatan belajar mengajar. Lagi-lagi lingkungan belajar lah yang paling banyak mempengaruhi sikap siswa dalam keseharian. Di lain sisi, inilah tantangan sekolah untuk memperbaiki atau membudayakan nilai kejujuran dalam kegiatan belajar mengajar. Melibatkan siswa secara aktif dalam penanaman nilai kejujuran adalah sarana yang paling efektif untuk mencapai tujuan awal. Banyak metode yang diciptakan atau diujicobakan. Mulai dari penggunaan ragam soal yang berbeda, kepengawasan yang lebih diperketat atau jenis soal yang tidak memungkinkan anak untuk berbuat curang.

Adalah “Form” yang terdapat pada Office 365, salah satu sarana untuk mengantisipasi kecurangan peserta didik pada saat mengerjakan ujian yang dilaksanakan di sekolah. Aplikasi ini menyediakan fitur-fitur yang mudah dipahami dan diaplikasikan. Aspek yang mudah dijalankan dan akurasi yang tinggi menjadi unggulan dalam aplikasi ini, di samping aspek lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Aplikasi ini memudahkan pengajar menyusun soal baik dalam bentuk pilihan ganda maupun uraian. Jadi seorang pengajar dengan kemampuan IT (Information Technology) dasar pun dapat dengan mudah menerapkan aplikasi ini di dalam pembelajarannya. Bahkan masalah klasik ujian berbasis komputer yaitu penanganan gambar, dapat diatasi oleh aplikasi ini. Pemakaian aplikasi inipun juga mudah. Tampilan berbasis android memudahkan siswa untuk mengerjakan ujian dengan jauh lebih fleksibel dan meminimalisir biaya. Dengan menggunakan QR code memudahkan dalam variasi soal. Ditinjau dari sisi keamanan, QR code mampu untuk mengamankan soal dengan baik. Pembacaan QR code yang memerlukan scanner merupakan tambahan fungsi keamanan bagi aplikasi ini. Akan tetapi gadget dengan operating system android yang banyak beredar telah mengakodir semuanya sehingga aspek kemudahan dalam pengadaan alat dapat ditiadakan.

Walau dengan menggunakan aplikasi yang ada di android, keterjaminan untuk siswa berbuat curang sangat bisa diminimalisir. Karena ketika ujian sedang dikerjakan siswa sama sekali tidak bisa menggunakan gadget nya untuk keperluan yang lain, sehingga siswa jadi lebih fokus dan kejujuran dapat didapatkan.

Untuk pengolahan nilai pasca ujian pun juga mudah untuk diakses. Dengan statistik nilai yang langsung muncul melalui tampilan dari guru, dapat secara real time digunakan untuk memantau seberapa banyak anak yang sudah selesai mengerjakan dan nilai yang didapat. Pengolah lanjutan pun lebih mudah karena bisa diexport menjadi file excel, sehingga data dapat digunakan untuk kepentingan yang lainnya. Penggunaan Form ini sebenarnya tidak sebatas hanya pada kisaran ujian, akan tetapi bisa juga diterapkan untuk pooling sebuah kegiatan. Jadi bukan semata-mata hanya untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah, namun dapat diterapkan pula di dalam sebuah institusi.

 

Penulis : Titis Widi Atmadi, S.Kom., Guru TIK SMAN 7 Semarang

Editor : Nurul Rahmawati, M.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang