Greget Mapel IPAS di SMK Negeri 10 Semarang

Dilansir dari website Kemdikbud.go.id, kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar Peserta Didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dalam menguatkan kompetensi. Karena konsep merdeka belajar pada hakekatnya belajar yang diatur sendiri oleh Peserta Didik yang menentukan tujuan, cara dan penilaian belajarnya. Dari sudut pandang Pengajar (Guru), merdeka belajar berarti belajar yang melibatkan Peserta Didik dalam penentuan tujuan, memberi pilihan cara, dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar. Guru dituntut memiliki keleluasaan untuk memiliki berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat Peserta Didik.

Tidak terkecuali, Penulis yang juga bertugas mengajar di SMK Negeri 10 Semarang yang pada Tahun Pelajaran 2022/2023 ini sudah mengikuti kurikulum merdeka belajar sebagai sekolah Merdeka Belajar Mandiri, mendapat tugas  mengajar pada fase E yang memiliki latar belakang dari disiplin ilmu Pendidikan Kimia harus dapat menyesuaikan untuk menyampaikan mata pelajaran baru gabungan dari Fisika, Kimia, Biologi, dan Sosial yang terinclude dalam mata pelajaran IPAS.

Dengan mempelajari Ilmu pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Peserta Didik mengembangkan dirinya yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila, sehingga dapat: (1) Mengembangkan ketertarikan serta rasa ingin tahu sehingga Peserta Didik terpicu untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami alam semesta dan kaitannya dengan kehidupan manusia; (2) Berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan baik; (3) Mengembangkan ketrampilan inkuiri untuk mengidentifikasi, merumuskan hingga menyelesaikan masalah melalui aksi nyata; (4) Mengerti siapa dirinya, memahami bagamana lingkungan social dia berada, memaknai bagaimanakah kehidupan manusia dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu; (5) Memahami persyaratan yang diperlukan Peserta Didik untuk menjadi anggota masyarakat dan bangsa serta memahami arti menjadi anggota masyarakat dan bangsa dan dunia, sehingga dia dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya dan lingkungannya; dan (6) Mengembangkan Pengetahuan dan pemahaman konsep di dalam IPAS serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan mata Pelajaran PROJEK IPAS bertujuan untuk membekali Peserta Didik dengan dasar-dasar pengetahuan, ketrampilan, dan sikap (hard skills dan soft sklills). Dari gabungan mata pelajaran Fisika, Kimia , Biologi, dan Sosial, Projek  IPAS ini berasal dari mata Pelajaran Kimia yang awal mulanya terdiri dari 11 KD dan Fisika 6 KD  yang terbagi menjadi 3 elemen. 3 Elemen ini menjadi dasar dari 7 aspek yang dikembangkan menjadi modul ajar, yaitu: Pertama, Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Kedua, Zat dan Perubahannya. Ketiga, Energi dan Perubahannya. Keempat, Bumi dan Antariksa. Kelima, Keruangan dan Konekvitas Antar Ruang dan Waktu. Keenam, Interaksi, Komunikasi, Sosialisasi Institusi Sosial. Ketujuh, Dinamika Sosial dan Perilaku ekonomi dan Kesejahteraan.

Meski mata pelajaran IPAS hanya terdiri dari 7 aspek untuk 2 semester, diskripsinya sangat luas., sehingga Guru harus pintar menguasai modul agar waktu yang tersedia mencukupi untuk menyelesaikan 7 aspek tersebut dalam waktu 1 tahun pelajaran.

Berkaitan dengan perubahan tersebut, tentu akan menimbulkan kesulitan dan perlu penyesuaian. Oleh karena itu, Penulis berharap ada solusi untuk mengatasi hal tersebut. Sesuai harapan penulis Pusat Assesman dan pembelajaran (Puspenjar) sebagai bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengantisipasi dengan mengundang guru-guru dari berbagai sekolah, jenjang, dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia untuk membuat bahan ajar (modul ajar) yang disesuaikan dengan kondisi Peserta Didik.

“SMK Negeri 10 Semarang, dari Semarang untuk Indonesia”

Penulis: Dra. Ninik Rumi Astuti, Guru Mapel Kimia

Editor: Tim Humas