Belajar Bahasa Inggris Menyenangkan dengan Aplikasi Quizlet di Masa Pandemi

Organisasi  Kesehatan Dunia (WHO) mulai menggunakan frasa physical distancing atau jarak fisik daripada social distancing atau jarak sosial sebagai cara untuk mencegah penyebaran  Corona Virus Disease (Covid-19) dari orang ke orang. Karena Covid-19 menyebar dengan cepat, khususnya melalui tetesan atau percikan saat orang batuk atau bersin, maka menjaga jarak yang aman sangat dianjurkan untuk mengurangi penularan.

Social distancing bermakna seperti orang harus berhenti berkomunikasi satu sama lain. Sudah hampir 9  bulan kita hidup dan beraktivitas ditengah Pandemi Covid-19 yang terjadi. Berbagai langkah telah diterapkan dalam mencegah penyebaran Covid -19 di Indonesia. Sementara sebaliknya, kita harus menjaga komunitas sebanyak mungkin yang kita bisa, ketika kita menjaga jarak fisik kita satu sama lain. Data UNESCO mencatat lebih dari 90% atan di atas 1,3 miliar populasi siswa global harus belajar dari rumah. Akibat pandemi pula, jutaan pendidik dituntut untuk bisa melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah.

Penyebaran virus corona (COVID-19) yang semakin luas di Indonesia mengakibatkan pandemi semakin parah. Gubernur Jawa Tengah melalui Surat Edaran (SE) No. 445/0017480 tanggal 16 Desember 2020 meminta  sekolah mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh dan mengembangkan metode yang inovatif, kreatif, menantang serta menyenangkan peserta didik. Melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara jarak jauh/daring tentunya memiliki tantangan tersendiri, karena baik guru, siswa, maupun orang tua harus beradaptasi dengan sistem ini.

Situasi  ini membutuhkan guru yang kreatif, inovatif, dan menyesuaikan dengan konteks situasi yang terjadi saat ini. Mindset para guru harus diubah, yaitu tidak  lagi berorientasi pada pencapaian  kurikulum, tetapi yang terpenting adalah bagaimana agar kegiatan pembelajaran sesuai dengan konteks kehidupan di rumah.

Proses pembelajaran dipengaruhi beberapa faktor, yaitu guru, kurikulum, tujuan pembelajaran, sarana, dan  lingkungan. Peranan guru sangat besar untuk mendorong proses pembelajaran yang baik. Guru  harus memiliki kemampuan dalam menyiapkan tempat belajar yang sesuai dengan sasaran pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang positif, menyiapkan materi belajar yang relevan dan menyenangkan bagi para siswa, serta juga harus mampu mengoperasikan berbagai sumber daya pendukung kegiatan pembelajaran.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, mengeluarkan Surat Keputusan No 4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Pendidikan Menengah Kejuruan, yang mana salah satu tujuannya adalah agar lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja dan keunggulan kompetitif dalam menghadapi persaingan pasar bebas. Merujuk pada Surat Keputusan tersebut, mata pelajaran Bahasa Inggris  merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan penting bagi siswa SMK. Sesuai Silabus Kelas X Mata Pelajaran Bahasa Inggris  pada Kompetensi Dasar 4.4.1. yaitu Deskripsi tempat wisata dan bangunan bersejarah,  kegiatan pembelajarannya adalah siswa menulis teks deskriptif lisan atau tulis, sederhana, tentang orang, lingkungan, tempat terkenal. Untuk dapat mengidentifikasi tempat wisata dan bangunan bersejarah, siswa perlu menguasai vocabulary yang dapat disampaikan guru melalui aplikasi yang menarik.

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah aplikasi Quizlet. Penulis sebagai guru Bahasa Inggris di SMK Negeri 3 Semarang menggunakan aplikasi digital Quizlet untuk membantu guru dalam mengajarkan kosa kata baru (vocabulary) tempat wisata dan bangunan bersejarah yang dapat dikaitkan dengan pandemi  Covid-19. Quizlet membantu guru dalam membuat daftar vocabulary, definisi atau arti dan cara pengucapan, fungsinya serta gambarnya.

Kegiatan yang terdapat di dalam aplikasi Quizlet meliputi: learn, flashcards, write, spell, test, match, dan gravity. Adapun langkah-langkahnya adalah: pertama, log in ke Quizlet.com. Lalu, membuat  satu set flash card sesuai dengan materi yang akan diajarkan yang terdiri dari kosa kata baru, gambar, definisi dan artinya, serta cara pengucapan. Kemudian tentukan kelas yang akan belajar materi tersebut dan simpan. Semua kegiatan tersebut akan membantu siswa dalam mengingat kosa kata baru dalam jangka waktu panjang. Bahkan siswa dapat membuat sendiri satu set flashcards dan dapat dimanfaatkan oleh siswa yang lain.

Ketika guru mengajarkan vocabulary, Quizlet sangat membantu menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Kemampuan dalam mengingat arti suatu kata (vocabulary) menjadi bekal bagi siswa dalam kegiatan sehari-hari selama di rumah. Dalam suasana seperti sekarang ini, prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan para guru, orang tua, dan siswa di rumah.

 

Dra Suminingsih,M.Si, Guru Bahasa Inggris SMKN 3 Semarang